Saat
naik Bandros (Bandung Tour on Bus),
saya dilewatkan depan Museum Geologi. Dari luar, tampak bangunan museum berlantai
dua tersebut cukup megah dan luas. Pikir saya, pasti harga tiketnya mahal. Ya
sudah, tidak apa-apa. Nanti kalau ada waktu, saya sempatkan singgah. Mumpung
masih di Bandung. Semua museum harus dieksplor, biar tahu Bandung yang
se-Bandung-Bandungnya tuh seBandung apa. (:D)
Berangkat
dari Museum KAA, saya segera memesan ojek daring (online) menuju Museum Geologi Bandung. Saat pergi ke loket tiket,
saya dengar petugas mengatakan “Rp3 ribu”. Saya pun terkedjoet. “Berapa, Mbak?”
Lalu, dijawablah, “Tiga ribu. Umum kan?”
Saya
kira saya salah dengar. Kok bisa semurah itu? Saya pun memasukkan uang sepuluh
ribuan ke loket dan segera mendapatkan satu tiket serta kembalian Rp7 ribu.
Ebuset. Museum semegah ini, tiket untuk umumnya hanya Rp3 ribu. Isinya seperti
apa, ya?
Setelah memasuki pintu, saya langsung disambut oleh rangka besar dinosaurus. Memasuki ruang pertama, pandangan mata saya langsung mengarah ke globe besar yang berdiri di tengah ruangan. Di samping kiri dan kanannya, terdapat bebatuan aneka warna yang begitu indah.
Buset dah. Ini museum bagus amat, yak. Saya benar-benar takjub. Penataannya bagus, pencahayaannya bagus, difoto bagus, informasi yang disajikan lengkap. Jelas, saya hanya ber-wow-wow saja dalam hati. Pantas saja, kata petugas perpustakaan Museum KAA tadi, dua museum terfavorit di Bandung adalah Museum KAA dan Museum Geologi ini.
Meskipun
demikian, saya sebenarnya tetap heran. Dengan harga semurah itu dan fasilitas
selengkap itu, kok bisa museum-museum itu sepi pengunjung. (Btw, saat di Museum KAA, situasinya cukup
ramai karena ada rombongan anak sekolah yang diwajibkan gurunya datang ke sana
untuk mengerjakan tugas. Sekali lagi, karena
diwajibkan).
Saat
datang ke Museum Geologi, situasinya juga sepi. Ah, mungkin itu karena bukan
masa liburan. Eh, tapi mahasiswa kan
masih libur. Eh, tapi kok,
lokasi-lokasi wisata yang lain tetap lumayan ramai. Baiklah, akui saja.
Masyarakat kita masih banyak yang belum senang berkunjung ke museum.
Oke,
saya lanjutkan. Di Museum Geologi, ada banyak koleksi bebatuan, mulai
dari batu permata hingga beragam jenis logam. Ada juga berbagai jenis tambang
yang selama ini hanya saya baca di buku pelajaran sekolah, seperti: batu bara,
nikel, dan kekayaan bumi lainnya. Selain itu, di lantai tersebut,
pengunjung juga dapat belajar mengenai aktivitas gunung-gunung berapi di
Indonesia.
Di
sisi yang bersebarangan di lantai 1, terdapat berbagai jenis koleksi benda
prasejarah, mulai dari struktur tengkorak manusia, kerangka hewan-hewan purba,
serta pengetahuan tentang masa prasejarah. Sementara di lantai 2, saya dapat melihat
berbagai koleksi dan catatan pengetahuan mengenai fenomena alam, seperti gempa
bumi, banjir, dan tanah longsor.
Seluruh
koleksi yang disajikan di Museum Geologi Bandung ditata dengan cukup atraktif. Museum
ini mampu memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang sumber daya alam
Indonesia. Dengan semakin mengenal alam dan isinya, kita jadi tahu bahwa
memelihara alam penting dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia saat
ini hingga kehidupan anak-cucu di masa yang akan datang.
Cerita selanjutnya.... Berkunjung ke NuArt
Cerita selanjutnya.... Berkunjung ke NuArt








Komentar
Posting Komentar